Kabupaten Sidoarjo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Sidoarjo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo mampu menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional.

Perikanan, industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. Selat Madura di sebelah Timur merupakan daerah penghasil perikanan, di antaranya Ikan, Udang, dan Kepiting. Logo Kabupaten menunjukkan bahwa Udang dan Bandeng merupakan komoditi perikanan yang utama kota ini. Sidoarjo dikenal pula dengan sebutan “Kota Petis”. Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis Jawa Timur (Surabaya), dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak maupun Bandara Juanda, memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo. Sektor industri kecil juga berkembang cukup baik, di antaranya sentra industri kerajinan tas dan koper di Tanggulangin, sentra industri sandal dan sepatu di Wedoro – Waru dan Tebel – Gedangan, sentra industri kerupuk di Telasih – Tulangan.

Jumlah penduduk Sidoarjo meningkat pesat. Pertumbuhan yang tinggi ini bukan dari angka kelahiran, melainkan karena urbanisasi. Sedangkan alasan tingginya pertumbuhan penduduk ini dipicu karena beberapa hal. Di antaranya, karena faktor pekerjaan. Banyak penduduk yang sebetulnya bekerja di Surabaya, tetapi sebetulnya dia penduduk Sidoarjo. Umumnya mereka memilih Sidoarjo karena harga tanah dan rumah lebih murah dibandingkan Surabaya. Pada tahun 2015 jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo sebesar 2,11 juta orang dengan jumlah angkatan kerja 1,08 juta orang yang terdiri dari 1,01 juta orang bekrja dan 68 ribu orang yang menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2015 yaitu 6,30%.

Strategi dan upaya penanganan permasalahan ketenagakerjaan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo adalah Pertama, Upaya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo dalam menekan angka pengangguran di Sidoarjo dengan meningkatkan frekuensi Bursa Kerja Terbuka yang pada Tahun 2013 hanya sekali dalam satu tahun. Pada tahun 2014 sampai dengan 2016 dilaksanakan dua kali dalam satu tahun.  Kedua, Upaya yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo dalam menjawab ancaman pekerjaan yang tidak terjamin karena tingkat ketrampilan bagi pencari kerja yang rendah, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo memberikan Pelatihan Ketrampilan bagi Pencari Kerja berbasis Kompetensi dan Kewirausahaan. Ketiga, Pembinaan dan pemahaman terhadap hubungan industrial oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan pemahaman bagi Perusahaan tentang Peraturan Ketenagakerjaan sehingga menekan angka perselisihan yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja.

Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Situbondo melaksanakan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya menciptakan dan memelihara efektivitas kerja melalui sinkronisasi, penyerasian, kebersamaan dan keseimbangan antara berbagai program/kegiatan pada hari Kamis tanggal 20 April 2017.

Rapat Koordinasi Perencanaan Ketenagakerjaan di Disnaker Kab. Sidoarjo

Kadisnaker Kab. Situbondo Drs.H. Achmad Djunaidi, MM (baju hem abu-abu) dan Kadisnaker Kab. Sidoarjo M. Husni Thamrin,SH,MM (batik coklat tua)