Situbondo, Bupati didampingi kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Staf Khusus Asdep Anak Berkebutuhan Khusus Dra. Nursiah Laiboe, M.Si., dan Manajer Program Yakkum, Jaimun.  Membuka acara pelatihan tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pemenuhan Hak-Haknya untuk Mewujudkan Desa yang Ramah ABK, bagi Masyarakat Desa, Perangkat Desa, serta Orang Tua anak berkebutuhan Khusus.

Sambutan pertama disampaikan oleh ibu Nursiah dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Beliau menyampaikan pelatihan Desa Ramah ABK di Situbondo menjadi urutan ketiga di Indonesia. Kegiatan tersebut sangat penting untuk melatih para kader daerah dalam memasyarakatkan sikap ramah dan melindungi anak berkebutuhan khusus dalam kehidupan sehari-hari. Karena hingga kini masih banyak orang tua dan masyarakat yang menganggap ABK sebagai aib dan kutukan. Bahkan ada yang sampai di pasung. Beliau berharap kepada Bupati agar kegiatan pemberdayaan kader dan pembinaan terhadap ABK juga mendapatkan perhatian di anggaran daerah (APBD).

Sambutan kedua disampaikan oleh Bupati. Beliau berterimakasih kepada wakil kementerian yang telah datang mendampingi kader dari Situbondo; juga kepada Yakkum dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Situbondo karena terus mengawal proses inklusi di kabupaten Situbondo. Dan kepada Bappeda karena telah bekerjasama dengan PPDI untuk mewujudkan Situbondo menuju Inklusi dan menyelenggarakan acara tersebut.

Anak berkebutuhan khusus yang ada di kabupaten Situbondo masih membutuhkan uluran tangan dari lembaga-lembaga yang berkompeten, seperti Yakkum dan PPDI. Mereka merupakan generasi penerus bangsa. Dan kualitasnya sangat bergantung kepada pola pendidikan yang diterima dari orang tua, pendidik, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Apalagi saat ini permasalahan anak dan perempuan menjadi perhatian khusus di semua lini masyarakat.

Pelatihan ini juga menjadi sumber pengetahuan bagi perangkat desa dalam membuat kebijakan-kebijakan. Agar tetap memperhatikan Anak Berkebutuhan Khusus. Bupati berharap adanya pelatihan ini bisa membuat Situbondo ke depan sebagai model perwujudan desa dan kabupaten yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan pelatihan akan dilakukan selama tiga hari dari 21 sampai 23 Mei 2018 di aula Lt. 2 kantor Setdakab Situbondo.