Jalan PB. Sudirman No.1
Telp : [0338] 674096, 671161 / [0338] 674222 ext 236
Fax. : [0338] 674096, 671885
SMS Center : 0823 xxxx xxxx
welcome1 welcome2 pmk01 situbondokab 11 pmk00 KHR Asad Syamsul Arifin
.:: Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Situbondo - - NOMOR DARURAT BENCANA ALAM KABUPATEN SITUBONDO 0338 676050 ( BPBD KABUPATEN SITUBONDO ) -
 

  MENU KATEGORI
Geografi
Ekonomi
Kemasyarakatan
Pemerintahan

  VIDEO KEGIATAN
Wisata Situbondo
 
  FOTO KEGIATAN
AAF2014_Pawai Fashion_8

  PENGUMUMAN
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi S..
Rekrutmen Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BULD)..
Jadwal Kegiatan Tes Kemampuan Bidang TIK..

  AGENDA KAB. SITUBONDO
Pagelaran Wayang Topeng Kominfo..
Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan 2016/1437H..
Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2016..
Nusantara Mengaji..
BBGRM XIII & HKG PKK ke - 44 TAHUN 2016..

  BANK DATA
aa..
PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL KEP. BUPATI ..
Realisasi Penerimaan PBB-P2 Minggu Ke V Bulan Nope..

  KRITIK & SARAN
Selasa, 24 Maret 2015
Abdul Hannan..
dalam rangka membangun desa maka dibutuhkan sistem..
Rabu, 21 Januari 2015
sudaryanti..
situbondo sepi beasiswa bagi para pelajarnya, bahk..
Senin, 12 Januari 2015
amalia azzahra..
terima kasih wi-finya pak klo bsa sinyalnya tolong..

  DATA PENGUNJUNG

5081173

Pengunjung hari ini : 236
Total pengunjung : 561730

Hits hari ini : 1493
Total Hits : 5081173

Pengunjung Online: 3



 
EKONOMI

Angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Situbondo tahun 2003 sebesar 4,03 persen sedangkan di tahun 2004 mampu mencapai 4,23 persen. Pertumbuhan pada tahun 2004 ini masih kurang dari 5 persen dan masih relatif rendah, hal ini disebabkan kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya normal, yang ditandai dengan tingginya tingkat harga hampir di semua komoditi.

Tingginya tingkat harga di pasca kritis belakangan ini, berakibat produksi di beberapa sektor ekonomi mengalami stagnasi dan kenaikan produksi yang lamban yang disebabkan tingkat harga yang tinggi terhadap biaya produksi yang dirasakan oleh unit-unit ekonomi untuk skala menengah ke bawah .

Pertumbuhan ekonomi sebelum krisis terjadi, menunjukkan pertumbuhan yang positif rata-rata diatas 5 % sedangkan tahun 1998 dampak krisis sangat dirasakan jatuh sampai negative 5,03 persen. Tahun 1999 dan 2000 pertumbuhan ekonomi mulai tumbuh positif, hanya masih relatif kecil berkisar 2 persen lebih, kini berada di kisaran 4 persen. Hal tersebut diantaranya disebabkan oleh kondisi perekonomian yang masih belum normal, yang ditandai dengan masih tingginya tingkat harga dan tingginya kurs dolar terhadap rupiah.

Bila dilihat dari kontribusi masing-masing sektor ekonomi terhadap besarnya PDRB, bahwa penyumbang terbesar secara berturut-turut adalah sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan, jasa-jasa, angkutan dan telekomunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, kontruksi, listrik, gas dan air bersih, dan penggalian.

Sektor pertanian tidak lagi sangat dominan dalam menyumbang besarnya PDRB, tahun 2004 sebesar 31,95 persen, sebab sektor perdagangan dapat memberikan sumbangan lebih besar (33,84 %). Penyumbang terbesar ketiga adalah sektor ketiga dan keempat adalah sektor industri pengolahan dan jasa-jasa masing-masing 9,59 persen dan 8,83 persen.

Dominasi sektor perdagangan, hotel dan restoran di dukung oleh meningkatnya pendapatan di sektor perdagangan karena bertambahnya jumlah pelaku perdagangan dan harga barang yang semakin tinggi serta pengelolaan hotel dan restoran yang semakin baik.

Kemudian kontribusi terbesar kedua di sumbang oleh sektor pertanian. Besarnya kontribusi sektor pertanian sangat ditentukan oleh peranan sub-sektor tanaman bahan makanan , perkebunan, dan perikanan laut yang menjadi potensi daerah. Potensi lainnya yang sangat mendukung diantaranya 155 pengusaha tambak dan hatchery di sepanjang pantai, 4 buah pabrik gula, 9 buah TPI, penghasil komoditi mangga andalan.

Struktur ekonomi di Kabupaten Situbondo mengalami pergeseran yang berarti, artinya dominasi oleh sektor pertanian telah bergeser ke sektor perdagangan, hotel dan restoran. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi dan potensi ekonomi dalam baik perdagangan.

Sedangkan sektor-sektor lainnya diharapkan bisa mendukung sector perdagangan, yaitu peranan sektor pertanian, industri dan jasa-jasa dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Dari angka PDRB setiap tahunnya apabila dibagi dengan penduduk pertengahan tahun diperoleh PDRB per kapita. Sedangkan pendapatan per kapita diperoleh dari angka PDRB setelah dikurangi penyusutan dan pajak tak langsung netto dan dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

Konsep pendapatan per kapita suatu wilayah sebenarnya harus dipisahkan antara pendapatan yang dihasilkan oleh wilayah itu sendiri dengan pendapatan yang mengalir keluar wilayah, artinya pendapatan yang dihasilkan oleh unit-unit produksi milik wilayah setempat dikurangi dengan pendapatan produksi milik penduduk luar yang unit produksinya berada di wilayah tersebut, sehingga benar-benar dapat mencerminkan pendapatan per kapita secara riil. Hanya saja pengumpulan datanya belum tersedia dan sulit diperoleh.

Pendapatan per kapita di Kabupaten Situbondo tahun 2004 adalah sebesar 4.962.852,98 rupiah/tahun meningkat sebesar 6,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4.645.232,13. di samping sangat perlu diupayakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di semua sektor ekonomi, yang penyumbang PDRB terbesar adalah dari sektor perdagangan, kemudian untuk sektor pertanian, industri, dan jasa-jasa diharapkan terus tumbuh positif, sebab sangat berpengaruh dalam menentukan besarnya PDRB dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, bukanlah berarti mengabaikan sector yang lain, akan tetapi peranannya lebih diprioritaskan, sebab keempat sektor tersebut kontribusinya terbesar.

 

Copyright 2011 - 2015 Pemerintah Kabupaten Situbondo