SITUBONDO, Gerakan Pemuda Ansor Situbondo Menyelenggarakan acara “Istighosah Kebangsaan” dalam rangka puncak Harlah GP Ansor ke-83. Acara tersebut dilaksanakan di alun-alun besuki , Selasa pagi 23 Mei 2017.

Sejumlah tokoh NU dan pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Situbondo hadir dalam acara tersebut di antaranya:

  1. KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin, (Pengasuh Ponpes Wali Songo)
  2. KH. Zaki Abdullah (Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam)
  3. KH. Zainuri Sufyan (Pengasuh Ponpes Sumber Bunga)
  4. KH. Zaini Shonhaji (Ketua PC NU Situbondo)

Ketua Ansor Situbondo Yogi Kripsian Syah memberikan sambutan pada acara tersebut dengan diadakannya acara ‘Istighosah Kebangsaan’ untuk mengajak umat Islam di Situbondo bermunajat dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.

selain untuk Berdoa bersama kepada Allah, kegiatan tersebut juga untuk memperkokoh komitmen umat islam terutama warga NU terhadap kebangsaan dan kepemilikan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjaga cita-cita dan warisan para alim ulama.

“Tidak boleh sejengkal pun NKRI ini dirongrong oleh kelompok dan ormas-ormas radikal yang menyebarkan kebencian, sehingga menyebabkan sikap intoleransi sesama antar anak bangsa di negara ini.” ujarnya.

Acara puncak harlah GP Ansor ke-83 yang dihadiri sejumlah tokoh dan ulama kharismatik di Situbondo ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Namun, sejak ba’da subuh, jamaah NU dari berbagai daerah di situbondo yang hendak mengikuti acara istighosah mulai berbondong berdatangan dan memadati alun-alun Besuki.

Sementara itu, ketua PC NU Situbondo KH. Zaini Shonhaji mengapresiasi kegitan yang dilakukan oleh GP Ansor Situbondo yang dikemas dengan Istighasah Kebangsaan, untuk memperkokoh kembali kecintaan umat terhadap para alim ulama sekaligus juga menegaskan kembali komitmen dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KH. Zaini Shonhaji juga memberikan sepatah kata bahwa tanpa mengesampingkan elemen bangsa yang lain. Eksistensi NKRI tidak bisa terpisahkan dan tidak bisa dipisahkan dengan perjuangan umat Islam, khususnya para ulama, baik perjuangan mulai dari pra kemerdekaan detik detik kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan.