SITUBONDO- Bupati H. Dadang Wigiarto, SH membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) di Graha Wiyata Praja atau Aula lt II Setda Kab. Situbondo pada Kamis, 15 Maret 2018. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan SDM Gubernur Jawa Timur, Bapak Suban Wahyudiono, ST, MM; Ketua Baperwil Jember atau yang mewakili; Forkopimda dan Ketua Pengadilan Negeri Situbondo; Ketua DPRD Kab. Situbondo, H. Bashori Sonhaji; Sekretaris Daerah Drs. Syaifullah, MM; para staf ahli, asisten Sekda, dan pimpinan OPD di lingkungan Pemda Kab. Situbondo.

Bupati Situbondo menjelaskan, musrenbang kali ini untuk membahas Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kab. Situbondo tahun anggaran 2019 dengan tema besar pembangunan “Pemantapan Kawasan Strategis dan Pariwisata serta Kemandirian Pangan”. Hal ini sejalan dengan pencanangan tahun kunjungan wisata 2019. Tema besar tersebut terbagi ke dalam 8 program prioritas Kabupaten Situbondo. Terdiri dari :
1. Peningkatan pelayanan dasar pendidikan.
2. Peningkatan pelayanan dasar kesehatan.
3. Pengembangan kawasan wisata unggulan.
Diantaranya Pantai Tampora, Boga Bahari Gundil, Kampung Blekok Klatakan, Agrowisata Kopi Kayumas, Pantai Banongan, Wisata Embara Rengganis, dan Kantor Karesidenan Besuki.
4. Pengembangan kawasan ekonomi strategis
5. Kemandirian pangan
6. Pengurangan kemiskinan
7. Pemanfaatan Teknologi Informasi
8. Pengurangan desa tertinggal.

Bupati H. Dadang Wigiarto, SH berharap agar para stakeholder pemerintah bertindak aktif menelaah usulan-usulan perencanaan, seperti potensi dan kekurangannya. Jika ada yang kurang, ditunjukkan kekurangannya dan dicari solusinya bersama-sama. Dan masyarakat sebagai peserta diharapkan tidak mendiamkan sesuatu yang kurang atau tidak benar dalam pembuatan RKPD. Karena Musrenbang merupakan forum milik masyarakat, sehingga hasil pembangunannya nanti harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Bupati menyampaikan pertumbuhan ekonomi Situbondo terus meningkat secara signifikan di lima tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan menurunnya angka inflasi dari tahun-tahun sebelumnya yakni 4,78 di tahun 2016 lebih kecil dari tahun 2015 yang sebesar 5,78. Angka kemiskinan di lima tahun terakhir juga terus menurun menjadi 13,05 persen di tahun 2016. Penurunan ini cukup signifikan dibandingkan dengan kabupaten tetangga. Selain itu pengelolaan APBD benar-benar dibangun menjadi pengelolaan yang ProRakyat. Yaitu pengelolaan anggaran APBD untuk pembangunan yang mendukung kesejahteraan rakyat. Hal ini dapat dilihat dari belanja pegawai tahun 2016 sebesar 41,08 persen dan belanja pembangunan sebesar 58,92 persen. Belanja pembangunan yang lebih besar menyebabkan investasi publik terhadap PDRB di daerah sebesar 12.08 persen dan lebih besar daripada Provinsi Jawa Timur yang hanya 7,88 persen di 2016. Lalu peningkatan belanja pembangunan semakin baik di 2017. Dimana belanja pegawai sebesar 38,28 persen dan belanja pembangunan sebesar 61,72 selama 2017.

Bupati H. Dadang Wigiarto,SH mengungkapkan, perekonomian akan terus ditingkatkan di tahun-tahun ke depan. Salah satu sektor yang berpeluang yakni sektor pariwisata di 2019. Dan saat ini sudah ada 4 investor yang akan menanamkan dan mengembangkan modalnya untuk pembangunan destinasi wisata di Situbondo. Satu investor merupakan investor asing yang berasal dari Amerika Serikat. Dan tiga orang lainnya merupakan investor lokal.

Sumber : HUMAS PEMKAB SITUBONDO