Situbondo- Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto,SH mengaku kesulitan melakukan penataan birokrasi di Situbondo. Pasalnya, dari 30 pejabat esselon II atau pimpinan tinggi pratama, hanya ada 4 pejabat yang layak menjadi Kepala SKPD atau Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Sabtu 31 Desember 2016.

Bupati Situbondo memaparkan sejumlah jabatan kepala SKPD. Ada delapan pejabat diganti dan 13 Kepala SKPD lainnya masih dipertahankan.

Menurut Bupati, menata birokrasi bukanlah pekerjaan mudah. Berdasarkan hasil asesmen dan uji kompetensi, dari 30 pejabat esslon II, hanya ada pejabat yang layak jadi Kepala SKPD. Ada 10 Pejabat yang masih bisa dipertimbangkan, serta 16 pejabat tidak layak jadi Kepala SKPD.

Selain pejabat esselon II, 53 pejabat esselon III yang mengikuti asesmen, hanya da 10 orang pejabat yang layak. Dengan kondisi pejabat esselon III yang ada, masih belum bisa memenuhi mengisi jabatan Camat.

Lebih jauh Bupati menegaskan, bahwa mutasi ini harus dimaknai positif,  karena tidak hubungannya dengan perasaan suka atau tidak suka. Bupati mengaku menempatkan posisi pejabat, sesuai hasil asesmen dan uji kompetensi.

“Mutasi jabatan  ini merupakan amanat perundang-undangan yang harus dilakukan. Sesuai ketentuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, mulai berlaku sejak 1 Januari 2017”.

 

Sumber : Dok. Humas